Viral Potongan Jari Manusia dalam Sayur Lodeh di NTT, dari Mana Asalnya? Ini Kronologinya! - bacabaca

Viral Potongan Jari Manusia dalam Sayur Lodeh di NTT, dari Mana Asalnya? Ini Kronologinya!

Viral Potongan Jari Manusia dalam Sayur Lodeh di NTT, dari Mana Asalnya? Ini Kronologinya!

Foto: Freepik


Potongan jari manusia di sayur lodeh ditemukan oleh 2 warga saat makan siang di salah satu warung di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Salah satu saksi yang menemukan jari tersebut adalah Petrus Watu (30). Potongan jari diduga milik orang dewasa lho.

Menurut Kapolres Belu, AKBP Yoseph Krisbianto potongan jari itu masih berkuku dan sudah diperiksa oleh dokter Puskesmas Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

"Hasil pemeriksaan (dokter) memang itu identik (potongan jari manusia)," katanya.

1. Kronologi Penemuan Potongan Jari Manusia

Sayur Lodeh

Foto: Sayur Lodeh

Potongan jari tersebut ketahuan ketika Dion Klau dan Fao membeli sayur lodeh di warung di Kecamatan Tasifeto Timur

Sayur lodeh tersebut dibelinya di warung makan Al milik YKD, di Dusun Baulenu, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Kamis, 8 Desember 2022, siang.

Kemudian, sayur lodeh dibawa pulang dan dimakan bersama. Mulanya mereka tidak tahu adanya potongan jari manusia di dalam santapannya.

Lalu, ketika Petrus hendak menyantap, ia langsung mendapati sebuah potongan jari manusia.

Ia langsung melaporkan ke polisi. Ia juga membawa sisa sayur lodeh untuk dijadikan bukti.

2. Masih Belum Diketahui Potongan Jari Bagian Mana

Kasat Reskrim Polres Belu, Iptu Djafar Awad Alkatiri mengatakan dari hasil pemeriksaan tim dokter, menyatakan jari tersebut benar jari manusia.

Namun, untuk identifikasi bagian jari mana, belum diketahui.

"Untuk identifikasi telunjuk atau kelingking belum diketahui karena hanya potongan sebagian kuku itu saja," kata Djafar.

3. Sudah Memeriksa 5 Saksi

Djafar juga menambahkan pihaknya sudah memeriksa 5 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait penemuan potongan jari manusia di sayur lodeh.

"(Saksi yang telah diperiksa) dari pihak rumah makan, dari saksi pelapor, sama tempat pembuatan tahu, pekerja-pekerjanya," katanya.

Sayangnya, salah satu saksi yaitu pemilik warung makan berinisial YKD dan pemasok tahu ke warung itu, belum bisa memberikan titik terang kepada polisi.

4. Tidak Ditemukan Luka

Dari pemasok tahu hingga pemilik warung, tidak ditemukan adanya bekas luka ataupun tanda-tanda memasukkan potongan jari ke dalam sayur lodeh.

"Kami juga telah melakukan pemeriksaan terhadap orang per orang yang bekerja di Warung Albarka, serta tempat penjualan tahu, tapi tidak ditemukan yang mengalami luka pada jari.

Sehingga masih terus digali keterangan dari tempat tahu, di mana bahan baku tahu tersebut dibeli," kata Yosep Krisbianto.

Jadi, bisa dianggap kejadian ini masih misteri, ya.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel